AI Tool Policy

PHI IUSTITIA mengizinkan penggunaan perangkat kecerdasan buatan (AI) generatif (seperti ChatGPT, Grammarly, atau sejenisnya) untuk membantu proses penulisan, seperti pemeriksaan tata bahasa, parafrase, atau penerjemahan.

AI Tidak Dapat Dicantumkan sebagai Penulis

AI TIDAK DAPAT dicantumkan sebagai penulis (author), karena tidak dapat memikul tanggung jawab akademik dan hukum atas isi naskah, tidak dapat memegang hak cipta, dan tidak dapat memberikan pernyataan akuntabilitas yang disyaratkan atas karya tersebut.

Kewajiban Disclosure

Penulis wajib mencantumkan pernyataan penggunaan AI pada bagian Acknowledgement apabila menggunakan AI generatif secara signifikan — yaitu untuk menghasilkan ide, menyusun bagian substantif naskah, menganalisis data, atau parafrase secara ekstensif — termasuk nama alat dan tujuan penggunaannya. Penggunaan ringan sekadar untuk memeriksa tata bahasa atau ejaan umumnya tidak memerlukan disclosure, namun penulis dianjurkan tetap mengungkapkannya apabila ragu.

Tanggung Jawab Penulis dan Verifikasi Sitasi

Penulis tetap bertanggung jawab penuh atas orisinalitas, akurasi data, dan validitas argumen, termasuk bagian yang dibantu AI. Karena perangkat AI generatif diketahui dapat sesekali menghasilkan sitasi yang tidak akurat atau bahkan fiktif (“hallucination”), penulis wajib memverifikasi secara mandiri setiap referensi yang dihasilkan atau disarankan AI terhadap sumber aslinya sebelum naskah disubmit. Naskah yang terindikasi dihasilkan sepenuhnya oleh AI tanpa kontribusi substantif penulis akan ditolak.

Larangan AI untuk Data dan Gambar Ilmiah

AI generatif tidak boleh digunakan untuk membuat, mengubah, atau memalsukan data penelitian, hasil, maupun gambar/figur yang dimaksudkan untuk merepresentasikan temuan penelitian yang sesungguhnya. Penggunaan semacam itu merupakan pelanggaran integritas penelitian sesuai kebijakan Publication Ethics jurnal dan dapat berujung pada penolakan atau retraksi.

Penggunaan AI oleh Reviewer dan Editor

Pelanggaran

Kegagalan mengungkapkan penggunaan AI yang signifikan, penyerahan data atau sitasi hasil fabrikasi AI, atau pelanggaran kerahasiaan naskah melalui perangkat AI akan diperlakukan sebagai pelanggaran kebijakan Publication Ethics jurnal dan dapat berujung pada penolakan awal (desk rejection), permintaan revisi, atau retraksi apabila ditemukan setelah artikel terbit.